Thursday, April 12, 2012

Patung Sagung Wah

Wanita Pemberani "Sagung Ayu Wah" Sejarah Lahirnya Kota Tabanan
Kado Istimewa HUT 518 Kota Tabanan | Patung Sagung Wah Oleh Nyoman Nuarta

Sagung Ayu Wah
Sagung Wah, adalah adik perempuan terkecil dari I Gusti Rai Perang, Raja Tabanan yang gugur di Puri Denpasar tahun 1906.
Adalah srikandi yang gagah berani ketika mengusir Belanda dari Bali.

Guna mengenang kisah kepahlawanan wanita pemberani itu yang pada akhirnya menjadi simbol berdirinya kota Tabanan dan sebagai kado HUT Tabanan ke-518 ini, dibuatlah patung "pejuang perempuan Tabanan Sagung Wah" oleh Nyoman Nuarta di Bandung, yang hari Rabu (11/04/2012) kemarin tiba di Tabanan-Bali masih berbentuk potongan-potongan. Patung yang terbuat dari perunggu itu diangkut dengan dua buah truk, langsung ditaruh di dekat pondasi penyangga patung Sagung Wah di perempatan Gedung Mario, Tabanan.

Sikap gagah berani Sagung Wah semoga menjadi teladan bagi generasi penerus khususnya para pemimpin bangsa dalam mengatur jalannya pemerintah seperti sekarang ini, bukan sebaliknya mengeruk keuntungan untuk pribadi atau kelompok dari kekayaan tanah air ini.

Gajah purba, mammoth dipamerkan

Lyuba

Fosil bayi mammoth betina ini ditemukan di daerah es di Semenanjung Yamal, Rusia pada 2007. Bayi gajah purba yang terkubur selama 42000 tahun silam yang diberi nama Lyuba ini dalam kondisi yang sangat baik yang semua organ bagian dalam dan matanya masih bisa terlihat dan pekan ini akan dipamerkan di Mall IFC di Hong Kong pada 12 April 2012.

Sebelumnya pada tahun 1977 di Kolyma River (Northeastern Siberia) ditemukan fosil mammoth yang diberi nama Dima. Diperkirakan memiliki berat 100 kg (220 lb), tinggi  104 cm (41 in) dan panjang 115 cm (45 in) dan terkubur selama 40000 tahun silam. Lihat gambar "Dima".

Lyuba dan Dima merupakan Woolly Mammoth (Mammuthus primigenius), juga disebut tundra raksasa, adalah spesies raksasa. Hewan ini diketahui dari tulang dan bangkai beku dari utara Amerika Utara dan Eurasia utara dengan bangkai diawetkan terbaik di Siberia. Mereka mungkin adalah spesies yang paling terkenal raksasa.

Spesies raksasa ini pertama kali tercatat hidup kira-kira 150.000 tahun dari glaciation terakhir kedua di Eurasia. Ini berasal dari padang rumput raksasa (Mammuthus trogonotherii)

Menghilang pada akhir Pleistosen (10.000 tahun silam), dengan populasi yang terisolasi masih hidup di PulauWrangel sampai sekitar 1700 SM.

Wednesday, April 11, 2012

WRSoep|Home


Rumah Wage Rudolf Soepratman di Surabaya yang merupakan bangunan bersejarah dimana beliau pernah tinggal. Beliau adalah pencipta lagu kebangsaan Indonesia "Indonesia Raya". Beliau lahir di Jatinegara, Batavia, 9 Maret 1903 dan meninggal di Surabaya, Jawa Timur, 17 Agustus 1938 pada umur 35 tahun.

Kehidupan Pribadi

Ayahnya bernama Senen, sersan di Batalyon VIII. Saudara Soepratman berjumlah enam, laki satu, lainnya perempuan. Salah satunya bernama Roekijem. Pada tahun 1914, Soepratman ikut Roekijem ke Makassar. Di sana ia disekolahkan dan dibiayai oleh suami Roekijem yang bernama Willem van Eldik. Soepratman lalu belajar bahasa Belanda di sekolah malam selama tiga tahun, kemudian melanjutkannya ke Normaalschool di Makassar sampai selesai. Ketika berumur 20 tahun, lalu dijadikan guru di Sekolah Angka 2. Dua tahun selanjutnya ia mendapat ijazah Klein Ambtenaar.

Beberapa waktu lamanya ia bekerja pada sebuah perusahaan dagang. Dari Makassar, ia pindah ke Bandung dan bekerja sebagai wartawan di harian Kaoem Moeda dan Kaoem Kita. Pekerjaan itu tetap dilakukannya sewaktu sudah tinggal di Jakarta. Dalam pada itu ia mulai tertarik kepada pergerakan nasional dan banyak bergaul dengan tokoh-tokoh pergerakan. Rasa tidak senang terhadap penjajahan Belanda mulai tumbuh dan akhirnya dituangkan dalam buku Perawan Desa. Buku itu disita dan dilarang beredar oleh pemerintah Belanda.

Soepratman dipindahkan ke kota Sengkang. Di situ tidak lama lalu minta berhenti dan pulang ke Makassar lagi. Roekijem sendiri sangat gemar akan sandiwara dan musik. Banyak karangannya yang dipertunjukkan di mes militer. Selain itu Roekijem juga senang bermain biola, kegemarannya ini yang membuat Soepratman juga senang main musik dan membaca-baca buku musik. W.R. Soepratman tidak beristri serta tidak pernah mengangkat anak.

Indonesia Raya
Sewaktu tinggal di Makassar, Soepratman memperoleh pelajaran musik dari kakak iparnya yaitu Willem van Eldik, sehingga pandai bermain biola dan kemudian bisa menggubah lagu. Ketika tinggal di Jakarta, pada suatu kali ia membaca sebuah karangan dalam majalah Timbul. Penulis karangan itu menantang ahli-ahli musik Indonesia untuk menciptakan lagu kebangsaan.

Soepratman tertantang, lalu mulai menggubah lagu. Pada tahun 1924 lahirlah lagu Indonesia Raya, pada waktu itu ia berada di Bandung dan pada usia 21 tahun.

Pada bulan Oktober 1928 di Jakarta dilangsungkan Kongres Pemuda II. Kongres itu melahirkan Sumpah Pemuda. Pada malam penutupan kongres, tanggal 28 Oktober 1928, Soepratman memperdengarkan lagu ciptaannya secara instrumental di depan peserta umum (secara intrumental dengan biola atas saran Soegondo berkaitan dengan kondisi dan situasi pada waktu itu, lihat Sugondo Djojopuspito). Pada saat itulah untuk pertama kalinya lagu Indonesia Raya dikumandangkan di depan umum. Semua yang hadir terpukau mendengarnya. Dengan cepat lagu itu terkenal di kalangan pergerakan nasional. Apabila partai-partai politik mengadakan kongres, maka lagu Indonesia Raya selalu dinyanyikan. Lagu itu merupakan perwujudan rasa persatuan dan kehendak untuk merdeka.

Sesudah Indonesia merdeka, lagu Indonesia Raya dijadikan lagu kebangsaan, lambang persatuan bangsa. Tetapi, pencipta lagu itu, Wage Roedolf Soepratman, tidak sempat menikmati hidup dalam suasana kemerdekaan.

Akibat menciptakan lagu Indonesia Raya, ia selalu diburu oleh polisi Hindia Belanda, sampai jatuh sakit di Surabaya. Karena lagu ciptaannya yang terakhir "Matahari Terbit" pada awal Agustus 1938, ia ditangkap ketika menyiarkan lagu tersebut bersama pandu-pandu di NIROM Jalan Embong Malang, Surabaya dan ditahan di penjara Kalisosok, Surabaya. Ia meninggal pada tanggal 17 Agustus 1938 karena sakit.

oh...girl

On the mask

Chevro modie

Total Pageviews